Tuesday, July 31, 2018

Dampak Perusahaan Rokok di indonesia



Dampak Sosial
          PT. HM Sampoerna dengan dana yang melimpah, menawarkan kegiatan sosial yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Tidak mau kalah dengan PT. HM Sampoerna, PT. Djarum Indonesia menawarkan banyak program yang dilakukan untuk masyarakat, antara lain Djarum Bakti Pendidikan, Djarum Bakti Lingkungan, dan Djarum Bakti Olahraga.  Bentuk dari Djarum Bakti Pendidikan dan Djarum Bakti Olahraga adalah pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi atau siswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun olahraga (khususnya olahraga bulu tangkis).
1.Penanggulangan Bencana
Bencana alam merupakan salah satu bagian memilukan dari realitas di Indonesia. Tim Sampoerna Rescue (SAR) telah dikerahkan untuk melakukan penanganan bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Tim SAR terdiri dari relawan karyawan dan relawan medis dengan misi memberikan bantuan cepat dan praktis kepada korban bencana alam kapan pun dan di mana pun bencana terjadi di Indonesia.Tim SAR dilengkapi dengan perahu, ambulans, truk pemadam kebakaran, pembangkit listrik, unit medis berjalan, dapur umum dan penyuling air bersih.Contohnya, ketika bencana gempa besar terjadi di Padang pada 30 September 2009, tim SAR bekerja dengan tim penanggulangan bencana lain dalam memberikan bantuan medis, makanan dan mendirikan tempat penampungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Perlengkapan dan anggota tim dikerahkan secara maksimal untuk membantu misi tersebut.
Ketika 300 kepala rumah tangga di Agam belum mendapatkan kejelasan mengenai bantuan rumah bagi mereka, Sampoerna melalui kerja sama dengan Yayasan ACT berinisiatif untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi mereka. Selain di Padang, Sampoerna juga membantu pembangunan 15 tempat tinggal sementara bagi korban bencana di Tasikmalaya,” Ahyudin, Direktur Aksi Cepat Tanggap (ACT).
       Pada April 2010, tim SAR diturunkan untuk membantu korban banjir besar di Desa Sukaluyu dan Desa Puserjaya, Kabupaten Karawang. Misi SAR di sini meliputi bantuan logistik dan pemberian sumbangan karyawan Sampoerna kepada 1.700 kepala keluarga.Setiap tahun, tim SAR juga aktif melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan penting, termasuk kegiatan pembersihan sungai, pencegahan kebakaran dan penyelamatan. Bagi Sampoerna, berinvestasi pada kesejahteraan masyarakat tak kalah pentingnya dengan investasi pada masa depan bisnis. Kami mendukung berbagai program tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kondisi hidup di lingkungan tinggal dan kerja para karyawan kami, serta pada masyarakat petani yang memasok tembakau kami.  Sejumlah bidang utama pemberian dukungan kami adalah pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan dan penanganan bencana alam.

Dampak Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
       Pada tahun 2006, Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna) mulai beroperasi di atas lahan Perusahaan seluas 10 hektar di dekat pabrik kami di Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur. PPK Sampoerna menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk mendorong pengembangan usaha kecil di masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Sampoerna dan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Lombok.
       PPK Sampoerna kini beroperasi di atas lahan seluas 27 hektar fasilitas terpadu, yang meliputi ruang pelatihan, bengkel otomotif dan lahan peternakan dan pertanian percobaan. PPK Sampoerna merupakan program percobaan unik yang juga dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan praktis dan keahlian kerja bagi karyawan kami yang akan memasuki masa pensiun dan masyarakat di sekitar pabrik kami untuk mereka gunakan dalam memulai usaha baru atau mengembangkan usaha yang telah berjalan. Sebagai bentuk dukungan tambahan bagi peserta pelatihan, Perusahaan kami juga melangsungkan program pinjaman usaha bergulir.
       Dalam upaya menyukseskan PPK Sampoerna, sejak awal pendiriannya kami bekerja sama dengan mitra yang berkompetensi dan bereputasi seperti Institut Pertanian Bogor dalam perencanaan dan pengoperasiannya, serta dalam memberikan pelatihan.
Setelah ikut serta dalam PPK Sampoerna, saya dan anggota kelompok tani yang lain mendapatkan sepuluh sekolah lapang dalam tiap musim tanam dan pendampingan lapangan sekali seminggu bagi pembuatan pupuk MOL (mikro-organisme lokal) dan pestisida organik berbasis sumber daya setempat, serta pembuatan kompos. Di antara materi yang diberikan adalah persiapan lahan, penyemaian, metode penanaman, pemberian pupuk, pengendalian hama serta teknik panen dan pascapanen,” tutur H. Fadholi salah satu peserta. (Kompas, 24 Agustus 2010)
Dampak Teknologi
            Periklanan dilakukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, persepsi, makna, kepercayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan dengan produk atau merek. Seiring dengan pesatnya perkembangan dan banyaknya perusahaan yang memanfaatkan iklan sebagai sarana komunikasi, maka iklan perlu dirancang sedemikian rupa sehingga mempunyai daya tarik yang dapat berupa daya tarik perasaan dan emosi. Melihat kondisi tersebut 2 menyebabkan para pelaku bisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah bersaing. Iklan yang di tayangkan media televisi membentuk pernyataan sikap konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian. Pembentukan sikap terhadap iklan dipengaruhi oleh persepsi, perasaan dan kepercayaan konsumen terhadap iklan. Sikap terhadap iklan ini diawali cara konsumen berfikir mengenai sebuah Iklan .
            Salah satu perusahaan yang memanfaatkan televisi sebagai media iklan adalah PT. Djarum. PT. Djarum merupakan sebuah perusahaan rokok pertama ditanah air yang memproduksi rokok kretek filter. Djarum tetap mampu bertahan dengan persaingan rokok di Indonesia dengan rasa dan aroma yang khas dan tidak pernah berubah. Seperti perusahaan pada umumnya, Djarum juga melakukan komunikasi pemasaran melalui iklan. Strategi pemasaran Djarum mempunyai ciri khas tersendiri yang unik dan kreatif

Dampak Politik
I. Kepentingan politik dan Tekanan politik Ekonomi
            Keberadaan perusahaan rokok skala besar maupun kecil di Indonesia memang menimbulakan banyak kontroversi. Di satu sisi, keberadaan perusahaan rokok memberikan keuntungan secara finansial bagi negara, dan banyak menyerap tenaga kerja. Di sisi lain, keberadaan perusahaan rokok dengan produk dan pemasarannya meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia akan rokok dan menurunkan kualitas hidup atau merusak kesehatan masyarakat. Karena kita tahu, rokok mengandung banyak zat bersifat racun bagi tubuh manusia.
            Paling tidak perusahaan rokok di Indonesia memiliki keterkaitan dengan tiga departemen yang sejauh ini memiliki kewenangan mengeluarkan segenap regulasi kepada perusahaan rokok di Indonesia. Pertama, Departemen Keuangan yang sangat berkepentingan atas pendapatan negara dari hasil cukai rokok, sehingga kebijakan apapun yang mempengaruhi sektor anggaran negara Departemen keuangan selalu terlibat.

            Kedua, Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) karena memiliki kepentingan agar industri rokok di Indonesia dapat terus berkembang, Deperindag beranggapan bahwa selain padat modal industri rokok juga padat tenaga kerja. Masalah tenaga kerja juga mempunyai keterkaitan dengan departemen tenaga kerja karena ketika terjadi pemogokan besar-besaran tenaga kerja perusahaan rokok, maka dengan segera pemerintah melalui departemen tenaga kerja ikut sibuk untuk menahan agar eskalasi kasus itu tidak semakin membesar.

            Ketiga, Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Makanan dan Minuman (Ditjen POM) yang memiliki kewenangan untuk mengawasi peredaran produk rokok di masyarakat, Ditjen POM pula yang ikut aktif dalam pengaturan iklan tentang produk rokok di media massa. Apapun kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi kinerja industri rokok, pemerintahpun sadar bahwa industri rokok merupakan salah satu pemasukan yang besar bagi pendapatan negara industri rokok, namun sambil meminimalisir ekspalitas rokok bagi kesehatan.


Pelatihan Manajemen Puskesmas


Resume           : Materi Kebijakan PIS – PK

Program Indonesia Sehat dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaannya melalui pendekatan keluarga yaitu salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan  sasaran di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.
Program PIS – PK dilaksanakan dengan menegakkan 3 (tiga) pilar utama, yaitu:
1.    Penerapan paradigm sehat
2.    Penyuluhan pelayanan kesehatan
3.    Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional
Untuk menjalan program tersebut di atas diperlukan pengelolaan Puskesmas yang baik sehingga akan mampu meningkatkan mutu pelayanan dan pada akhirnya akan mencapau derajat kesehatan yang optimal diwiilayah kerjanya. Oleh karena itu, keberhasilan tersebut tergantung kepada Kepala Puskesmas dalam mengelola Puskesmas. Berhasil tidaknya Puskesmas bergantung Pimpinan Puskesmas .
Seseorang pimpinan Puskesmas  dalam menjalankan roda kepemimpinan harus memiliki atau mempunyai:
1.    Disiplin
2.    Profesional
3.    Mau bekerja keras
4.    Menjadi teladan yang baik
Selain itu, pimpinan Puskesmas harus mengetahui konsep manajemen POAC, yaitu:
1.    Planning     : Perencanaan
2.    Organizing : Pengorganisasian
3.    Actuating    : Pengerakan dan Pelaksanaan
4.    Controlling : Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian


Resume           : Materi Pengarahan Program Pelatihan
Keberhasilan pelaksanaan petugas Puskesmas sangat tergantung kepada pengelolaan Puskesmas. Karena itula PMK No 15 tahun 2014 mensyaratkan agar tenaga kesehatan yang menjabat sebagai kepala  Puskesmas harus sudah mengikuti pelatihan Manajemen Puskesmas. Manajemen Puskesmas terdiri dari:
1.    Mengelola sumber daya
2.    Mengelola program
3.    Manajemen mutu
4.    Manajemen sarana dan prasarana
5.    Manajemen sistem
Tujuan pembelajaran Manajemen Puskesmas, adalah:
1.    Tujuan Umum
Peserta mampu melaksanakan manajemen dan pelayanan kesehatan di Puskesmas.
2.    Tujuan Khusus
a.       Mampu melakukan manajemen umum Puskesmas
b.      Mampu melakukan manajemen UKM
c.       Mampu melakukan manajemen UKP
d.      Mampu melakukan manajemen mutu
e.       Mampu melakukan manajemen data dan informasi
f.       Melakukan kepemimpinan
Materi Pembelajaran:
1.    Teori dan penugasan
2.    Praktik penugasan
3.    PKL manajemen Puskesmas
4.     Seminar PKL
5.    Uji komprensif
6.    Pre dan Post test
7.    RTL

Resume           : Materi Problematika PIS-PK

 Dasar program PIS-PK adalah Permenkes No 39 Tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK. Sumber biaya PIS-PK adalah berasal dari dana APBD, DAK fisik, Bok, Kapitasi, Dana Desa (SR dan Pajak Rokok. PIS-PK menggunakan 12 indikator utama yang terdapat dalam 2 (dua) sayap Puskesmas, yaitu:
Permasalahan PIS-PK selama ini:
1.    Permasalahan Pendanaan
2.    Permasalahan Sever
3.    Puskesmas belum lokus
Hasil dan jumlah data yang sudah masuk ke server sampai dengan 26 Februari 2018 di Provinsi Bengkulu sudah emncapai 69,439 KK dan total KK yang harus masuk dalam server se Provinsi Bengkulu sebanyak 13.044 KK.

Resume           : Materi BLC
BLC : Building Learning Commitment.
            Dalam pelaksaan BLC ini, peserta harus memperkenalkan diri secara bergantian:
1.      Nama dan asal Puskesmas.
2.      Peserta dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dan diadakan games
Kesimpulan yang didapat selesai berrmain game adalah:
a.       Untuk mencapai sesuatu yang besar dibutuhkan kerjasama
b.      Dibutuhkan strategi
c.       Kepercayaan

3.      Peserta tetap dibagi dalam 3 (tiga) kelompok  dan dibagi tugas
a.       Kelompok 1 menuliskkan harapan selama mengikuti pelatihan sampai dengan selesai
b.      Kelompom 2 menuliskan sanksi-sanksi selama mengikuti pelatihan Manajemen Puskesmas
c.       Kelompok 3 menuliskan…………………….

4.      Dilakukan pemelihan perangkat kelas pelatihan Manajemen Puskesmas angkatan I


Resume           : Materi Kebijakan Penyelenggaraan Puskesmas
Puskesmas adalah Fasyankes yang menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat pertama, mengutamkan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerajanya. Peraturan terkait penyelenggaraan Puskesmas:
1.    PMK No 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
2.    PMK No 46 Tahun 2015 tentang Akriditasi FKTP
3.    PMK No 44 Tahun 2016 tentang Panduan Manajemen Puskesmas
 Adapun prinsip penyelenggaraan Puskesmas
1.    Paradigma sehat
2.    Pertanggungjawaban wilayah
3.    Kemandirian masyarakat
4.    Pemerataan
5.    Teknologi tepat guna
6.    Keterpaduan dan kesinambungan

 Sementara itu, kompetensi manajerial, adalah:
1.    Sarana
2.    Prasarana
3.    Sumber daya manusia
4.    Alkes Farmasi
5.    Akreditasi
6.    Sistem Rujukan

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan harus memiliki kompetensi SDM, yaitu:
1.    Kepemimpinan klinis
2.    Kepemimpinan teknis
3.    Kompetensi klinis

Perbedaan Puskesmas dengan klinik.
1.    Puskesmas menyelenggarakan UKM dan UKP, sedangkan klinik hanya UKP
2.    Puskesmas memiliki konsep wilayah kerja, klinik tidak ada
3.    Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan, klinik tidak
4.    Puskesmas dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas dan klinik dipimpin oleh seoarang dokter dan dokter gigi

Resume           : Materi Kebijakan Penyelenggaraan Puskesmas

Ada 7 (tujuh) bentuk kerugian kerupsi (Undang-Undang No 31 Tahun 1999)
 1.    Kerugian keuangan Negara
2.    Suap menyuap
3.    Salah guna jabatan
4.    Pemerasan
5.    Kecurangan
6.    Benturan kepentingan dalam pengadaan
7.    Gratifikasi adalah Rabat (Discoat) komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan dinas, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma,  dan fasilitas lainnya. Baik didalam maupun diluar negeri.

Cara memberantas korupsi:

1.    Edukasi
2.    Perbaikan system
3.    Penindakan

Edukasi anti korupsi:

1.    Integritas diri
2.    Teladan keluarga
3.    Budaya organisasi

Hasil korupsi yang selama ini menjadi pembenaran:

1.    Sekeder uacapan terima kasih
2.    Lumrah dan wajar
3.    Memulikan tamu
4.    Uang pulsa dan sekedar makan
5.    Membina hubungan baik
6.    Adat ketimuran


Resume           : Materi Kepemimpinan
            Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang lain agar mampu bekerjasama dengan kita berdasarkan pada kemampuan untuk membimbing orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan kelompok.

Perbedaan menager dan pimpinan

Manager

1.    Mengadministrasikan
2.    Mempertahankan
3.    Mengontrol
4.    Berpandangan singkat
5.    Menanyakan bagaimana dan kapan
6.    Menginisiasi
7.    Menerima status quo
8.    Melakukan dengan cara yang benar
Pemimpin

1.    Berinovasi
2.    Mengembangkan
3.    Menginsprirasi
4.    Berpandangan jauh kedepan
5.    Bertanya dan menyapa
6.    Mencari penyebab masalah
7.    Menentang status quo
8.    Melakukan yang tepat

            Model-model kepemimpinan:
1.    Model watak kepemimpinan
2.    Model kepemimpina situasional
3.    Model kepemimpinan yang efektif
4.    Model kepemimpinan kontigensi
5.    Model kepemimpinan transformasional

Definisi kepemimpinan perubahan (Menpan RB)
1.    Visioner
2.    Keluesan berfikir
3.    Pemikiran strategis
4.    Pembaharu, kreatif, dan inovatif
5.    Daya juang dan keuletan
6.    Pembelajar
7.    Manajemen perubahan
8.    Adaptasi terhadap perubahan

Tanggung jawab pememimpin:
1.    Memandu atau mengkoordinasikan anggota TIM
2.    Memberikan struktur TIM
3.    Mengklarifikasi metode kerja, Praktik, dan Protokol
4.    Memfokuskan pada kinerja

 Resume  : Penggangaran PIS-PK
Penganggaran adalah rencana tertulis untuk menghasilkan anggaran yang disusun secara sistematis berdasarkan program yang telah disahkan.

Manajemen pendekatan keluarga di Puskesmas:

P1   : Persipan, kunjungan rumah, input data pada forum  terletak atau elektronik, penyusunan RUK secara eviden based, pendekatan keluarga dengan tetap melihat data kelaurga.
P2   :  Implementasi, intervensi pemersalahan yang sudah di sepakati sebagai prioritas masalah
P2   :  Pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja Pusksesmas Perubahan/ KS pada level keluarga Proses Penganggaran APBD: